Mungkin ada yang berpikir bahwa saat ini saya akan mengulas panjang lebar mengenai manfaat kartu kredit dan bagaimana cara mempergunakannya dengan bijaksana. Kalau itu pikiran anda, maka anda salah besar. Saya hanya akan bercerita mengenai “pengalaman pahit” yang saya alami belum lama ini, yang menyebabkan saya harus mempergunakan kartu kredit satu-satunya yang saya miliki.
Saya sedang berniat untuk mengubah penampilan rambut saya. Saya sangat bosan dengan rambut panjang, saya ingin memotongnya sependek mungkin dan tentu saja tetap berharap bahwa potongan rambut tersebut cocok untuk saya. Awalnya saya mau nekad mencoba salon di bawah, di daerah HDB yang saya tinggali. Tetapi setelah bertanya sana sini, takutnya potongan di situ asal-asalan dan bentuk rambut saya jadi tidak keruan. Kakak ipar saya menyarankan untuk pergi ke salon bernama I-Con di Isetan dalam Wisma Atria. Di sana memang sedikit mahal, tetapi untuk pertama kali ganti model lebih baik cari aman. Untuk selanjutnya, mungkin bisa ke salon-salon yang lebih murah. Perkiraan harga adalah SG$40 untuk potong rambut di sana.
Dengan modal keyakinan penuh, saya mulai mencari salon tersebut. Wisma Atria tidak sulit untuk dicari. Isetan yang ada di dalamnya pun cukup mudah untuk ditemukan. Nah.. letak salon nya yang agak sulit untuk ditemukan. Salon itu terletak di dalam basement Isetan. Sebenarnya tidak terlalu sulit sih untuk mencarinya, tetapi saya membayangkan salon itu berada pada ruangan khusus yang tertutup kaca. Ternyata, posisinya terbuka di tengah-tengah ruangan Isetan, di tengah-tengah counter tas. Di bagian samping terpampang tulisan ‘ICON’ yang cukup besar. Sayang saya tidak memotret salon tersebut karena memang tidak berencana untuk memberikan review.
Sesuai dengan rekomendasi yang saya terima, begitu sampai di sana saya langsung minta untuk dipotong (rambutnya) oleh stylist yang bernama Michelle. Singkat cerita, permintaan saya kepada si Michelle ini adalah.. memotong rambut saya, makin pendek makin baik, tetapi tetap harus cocok dengan muka saya. Saya tidak mau hasil akhirnya membuat rambut saya mengembang (karena rambut saya keriting alam), dan sebisa mungkin keriting nya itu dibuang sebanyak mungkin. Saya tambahkan lagi pesan berikutnya bahwa saya tidak mau kalau nantinya saat saya menyisir harus memakai gel, hair spray, atau sebangsanya. Setelah berpikir-pikir dan mencari-cari (sepertinya susah juga dia mencari cara bagaimana mengikuti kemauan saya dengan rambut saya yang keriting itu), akhirnya Michelle berkata kalau dia akan memotong pendek rambut saya, kemudian dia luruskan dulu, baru kemudian dibentuk.
Mulailah proses pemotongan rambut saya. Seperti biasa.. dicuci dulu, kemudian dipotong pendek sesuai rencana. Pendek.. tapi rata begitu saja, tidak seperti yang saya harapkan dari salon yang tidak terlalu murah. Tetapi kemudian Michelle berkata bahwa dia akan meluruskan rambut saya. Begini tepatnya yang dia katakan dalam bahasa Inggris, “Now I will make your hair straight, and then I’ll continue with the model.” Oh.. ok.. berarti belum selesai. Bayangan saya dengan ‘make your hair straight’ itu mungkin di-blow, atau paling parah ya di-catok lah. Toh dia tidak memakai istilah bonding, smoothing, atau sejenisnya. Jadi, biarkanlah dia melakukan tugasnya.
Saat Michelle mulai mengambil cream berwarna putih, sebenarnya saya sudah mulai curiga. Tetapi kemudian saya berpikir, “ah.. paling cuma cream biasa.. biar gampang aja..” Jadi tetap saya biarkan dia melakukan pekerjaannya, dan mengoles-oleskan cream tersebut ke rambut saya. Waktu dia mulai mengambil aluminium foil, baru saya sadar… “Walah.. ini sih bonding nih urusannya…” Whaa.. OMG! Bukan, saya bukan takut di-bonding. Tapi.. bonding di Jakarta saja “lumayan” mahal, apalagi di Singapore?!?! Ya sudah lah, sudah terlanjur dimulai, tidak mungkin saya batalkan tiba-tiba. Waktu rambut saya mulai ‘dipanaskan’ degan alat dan didiamkan selama 20 menit, kebetulan receptionist merka lewat di samping saya. Sambil harap-harap cemas langsung saya tanya, “Do you accept credit card?” Waktu dijawab iya.. lega.. (sedikit leganya.. ngga banyak).
Setelah itu, cuci lagi, catok, kasih obat lagi, didiamkan lagi 15 menit, cuci lagi, baru deh mulai si stylist ‘membentuk’ rambut saya.. dan.. selesai (setelah memakan waktu keseluruhan 4 jam!). Tibalah saat yang paling ditakutkan.. pembayaran. Waduu.. berapa nih.. Pasti mahal 3 proses begini.. potong, bonding, potong lagi. Sebelum masuk tadi saya sempat melirik daftar harga, tetapi hanya harga untuk potong yaitu $40 sesuai dengan kata kakak ipar saya. Dan saya tidak melihat harga-harga lainnya karena memang tidak berencana sama sekali untuk melakukan hal lain diluar potong tersebut. Berapa ya..?? Sebelum menyodorkan bill.. Michelle memberikan kartu namanya; ‘Icon by Shunji Matsuo’, kemudian mengambil sebuah kartu promosi. Biasa, jenis kartu yang ada 10 kotak, dan setiap kelipatan tertentu akan mendapatkan stempel di satu kotak, kemudian kalau semua kotak sudah ter-stempel maka kita layak mendapatkan promosi khusus. Nah.. dia mengambil stempel, lalu… memberikan stempel pada SEMUA kotak yang ada! Hwaaa… again… abis berapa nih!?!?!

![]()
Akhirnya.. bill yang “ditunggu-tunggu” pun disodorkan kepada saya….


Nah kan.. SG$300.70!!!
Ya sudah, sekali lagi saya bertanya pasrah, “Credit card ok?” Ok.. ok.. saya geseklah card tersebut. Ya.. memang pada saat-saat seperti inilah kartu kredit benar-benar dibutuhkan. Pengalaman pahit? Hm.. Tidak deh.. Saya mau berpikir positif saja. Bagaimana kalau saya anggap bahwa ini adalah ‘pengalaman lucu’? Atau.. mau lebih positif lagi? Ya.. ya.. ini adalah pertanda bahwa saya sudah siap mental untuk tinggal dan sukses di Singapore. Amin…

April 13, 2008   12:32 pm
-♥-Prila-♥-
Nana, Wewe, Qellia, Ning, Elin…
Maap.. maap banget, comments kalian yang kemarin ilang.. Keapus ga sengaja pas server error..
Please yah.. tulis lagi ya.. mau kan.. ya.. ya.. ya..
April 13, 2008   3:49 pm
-♥-Nana-♥-
Hmm kalo disuruh comment seperti kemarin seh…
yakin deh ga bisa sama. Tapi ya cuma bisa berpesan aja Jadikan pengalaman kemarin itu suatu pelajaran…. lagian dia juga seh lucu…
padahal kan kemarinannya uda sempet nana kasih tau salon di Singapore itu mah harganya gila2an.hmm
2jt kalo salon jakarta uda dapat segala2nya kali plus body massage malah wuih enak….. hihihi ya uda gpp kan bentar lagi mau kerja so bakalan punya penghasilan deh…wah sepertinya gaji pertama buat bayar tagihan tuh kartu kredit ya hihihihi 

Sebenarnya se ada sisi positif and negatifnya pake kartu kredit, positifnya kalo emang kepepet bisa di gunakan tuh CC tapi kalo kebablasan juga repot tuh. hihihi
April 14, 2008   7:36 pm
-♥-Qellia-♥-
Kemarin nulis apa yach
Tapi gapapa,kan bisa di jadi in pengalaman tak terlupakan dan menarik…Yach mudah2 apa yang ibu bilang, mungkin merupakan awal pertanda bahwa Ibu sudah siap mental untuk tinggal dan sukses di Singapore.
Lagian juga ga rugi2 amat sich Bu..
April 18, 2008   1:11 am
-♥-Anung-♥-
Wakakaka.. cie.. 2 jeti???
gpp lah.. hasilnya bagus koq.. foto gedean dong
April 18, 2008   5:09 am
-♥-Prila-♥-
Yah.. ternyata cuma 2 orang yang ‘rela’ memberikan komen untuk kedua kalinya
@Nana:
Iya nih.. bandel emang. Udah dibilangin, masih aja nekad ya..
@Qellia:
Baek amat !?!
Kartu kredit buat bayarin HP orang lain?
@Anung:
Jangan.. Kalo potonya gede jadinya ga keliatan bagus lagi.
April 18, 2008   6:41 pm
-♥-leaningmoo-♥-
walaah2 soroooo nih kata si moo..
.tumbeeen?? ternyataaa.. 
nguakakk terusss.. hahaha
makanyaaaa thoo
“malu bertanyaa sesat dijalan”
waktu dapet email dari lu subjectnyaa oioi..help?
agak heran.
ning sih wes ga isa ngulang preciess pri..
ingetnyaaa cuman..
oh inget ning kasi 1 pepatah..
oke deh dianggep aja pelajaran indah, toch rambut pun jadi indah
buktinyaaa dapet job offer.. hahaha
prettige dag verder..
April 19, 2008   12:20 pm
-♥-tika-♥-
April 19, 2008   10:54 pm
-♥-Prila-♥-
@ning:
Iye iye.. tertawalah anda sepuas-puasnya sebelum tertawa itu dilarang..
@tika:
Itu sih bukan menghilang but ada tanda-tanda doyan maen kucing-kucingan sama debt collector
May 2, 2008   12:50 pm
-♥-Fun-♥-
entah gw harus ketawa atau turut bersedih.. gw juga bingung hehehe
tapi yang pasti, gpp lah..pengalamaaaaannn 