Satu minggu lebih saya menghabiskan waktu cuti di Jakarta, 9 hari tepatnya. Puas? Ya.. jujur, lebih dari cukup. Ternyata Jakarta sudah tak se”murah” yang saya bayangkan.. dan tak se”indah” yang saya bayangkan.
Jakarta tidak lagi seperti “rumah” untuk saya. Entah mengapa rasa memiliki itu sudah tidak ada. Bukan perasaan ‘pulang’ yang saya rasakan, melainkan perasaan ‘berwisata’.. berlibur.
‘Liburan’ ke suatu tempat “sendirian” bukan kebiasaan saya. Saya tidak pernah tertarik untuk berkunjung ke suatu tempat karena keindahannya, sejarahnya, obyek wisatanya atau apapun lainnya yang biasa menjadi alasan seseorang untuk mengunjungi suatu tempat. TEMAN.. itu biasanya yang menjadi satu-satunya alasan mengapa saya ber’wisata’ ke suatu tempat.. entah mengunjungi teman.. atau pergi bersama teman. Hm.. teman-teman saya memang banyak di Jakarta. Tetapi tidak terlalu mudah untuk menemui mereka. Selain mereka juga punya kesibukan masing-masing, saya kehilangan “kaki” ketiga saya di Jakarta.. mobil saya tercinta.
Karimun saya sudah dijual sekitar beberapa bulan yang lalu kepada om saya sendiri.
Jadi… dengan cukup sering nebeng sana sini (yang membuat beberapa teman saya agak nyasar saat menjemput)
, satu kali naik taxi (yang baru datang hampir 2 jam setelah saya telpon)
, dua kali naik ojek motor (yang harus siap sedia terkontaminasi panas, debu, dan asap)
, serta beberapa kali naik bis umum (yang rute-nya tidak jelas dan di mana berhentinya pun tidak jelas)
…begitulah saya menjalani liburan saya kali ini.
Perlu rincian hari-hari yang saya lewati? Boleh.. akan saya ceritakan secara singkat, padat dan jelas. Saya usahakan hanya beberapa baris saja per hari karena saya tidak se”pakar” adik sepupu saya yang gemar bercerita detail tentang perjalanan wisatanya.
Well…
Senin, 6 Okt:
Sampai di Soekarno-Hatta siang hari dijemput Nana (teman Dante); Pulang sebentar ke rumah; Diantar ke rumah Elin (teman SMA), lunch Pizza Hut delivery; Dijemput Nana lagi, ke Taman Anggrek untuk menemui Han, Rizky, Febby (teman-teman Dante) dan lanjut bersama mereka ke EX untuk dinner bareng di Chopstick, lanjut lagi plus Tika (teman Dante lainnya) main di Q-Billiard; Setelah itu, bareng Han nebeng mobil Nana dan dengan segala manipulasi dan tipu daya, kita berhasil membujuk Nana untuk mengantar kita ke Hotel Mulia.. membeli birthday cake untuk ulang tahun dia sendiri (ultahnya tanggal 7) dengan alasan dari Han yang sebenarnya sangat tidak masuk akal… beli roti untuk sarapan besok.
..dan setelah itu, kita berdua main ke rumah Nana, menunggu jam 12 malam.
Selasa, 7 Okt:
Jam 00:00 teng, menyalakan lilin.. dan celebrate ultah Nana bertiga saja.. (Nana, Han, me); Ngalor ngidul sambil menunggu taxi yang sangat lama datangnya.. 2jam..; Pulang tidur sampai siang; Lunch di rumah; Pergi naik bis bareng mom ke Citraland, shopping time..
; Ke Taman Anggrek naik bis lagi, dinner di Ajisen sekalian ketemu Wewe (teman kuliah) dan menunggu dia sampai malam supaya bisa nebeng pulang.
Rabu, 8 Okt:
Bangun siang, lunch di rumah lagi; Dijemput Nana, mampir ke Puri untuk beli obat batuk dll; Mampir sebentar ke rumahnya, tunggu dia closing toko dan warnet; Lanjut dinner dan ngalor ngidul di Jet Ski Cafe, Pantai Mutiara; Setelah itu diantar pulang deh.
Kamis, 9 Okt:
Rencana pergi dari agak pagi bareng Elin ke Mangga Dua, tapi ternyata dia baru bisa menjemput setelah jam makan siang karena menunggu Yuna (sepupu Elin) dan anaknya. Jadi saya sempat ngemil makan nasi dan ayam goreng dulu deh di rumah.
Lunch di food court ITC dan puter-puter plus belanja-belanja di seputar ITC dan Mangga Dua Mall; Sorenya mampir sebentar di rumah Elin dan lanjut jalan lagi, dinner di Jimbaran, Muara Karang; Mampir di Cosi, Pluit.. jemput Herry (teman SMP plus suami Elin) tapi sempat menikmati dessert ice-cream juga di sana karena Herry masih ngobrol dengan temannya. Hm.. mau juga tuh Herry mengantar saya pulang tanpa saya minta. Eh.. atau Elin yang suruh ya?
Jumat, 10 Okt:
Ke Megamall.. eh.. sudah ganti namanya menjadi Pluit Village.. janjian ketemu Irene (teman SMA); Bareng dia lunch mie keriting di Pluit (lupa apa nama tempatnya) setelah putar sini sana mencari tempat makan mie lainnya yang masih tutup karena liburan lebaran. Setelah itu diantar Irene ke salon Alui, Pluit Sakti.. potong rambut dan smoothing.
; Naik bis ke Puri, niatnya mau cuci mata dan dinner sendiri saja.. tapi coba telpon Elin dan ternyata dia mau nyusul ke Puri. Jadi.. dinner bareng Elin (ada Yuna juga.. ketemu mendadak di situ..) di food court Puri. Sebelum diantar Elin pulang, sempat belanja-belanja dulu di Carrefour Puri.
Sabtu, 11 Okt:
Dijemput Trin (teman SMA.. eh dari SD ding..); ke Grand Indonesia, lunch di Han Gang.. restaurant Korea tempat Epi (teman SMP) kerja. Lunch sekalian ngumpul-ngumpul.. ada Elin, Irene, Trin, Epi, Fenny, Chia, Devi (teman-teman TarQ); Lanjut jalan-jalan di Grand Indonesia dan berakhir ngalor ngidul di Coffee Bean. Oh ya.. satu-satunya tempat yang sempat saya foto selama di Jakarta.. di Han Gang restaurant… setelah semua makanan tandas!

Dari Grand Indonesia, saya diantar Devi ke Citraland; Dinner di Dante CL ditemani Qelli (teman Dante) dan menunggu malam saja di sana sampai Wewe datang menjemput. Wewe datang satu kompi saat menjemput.. 3 mobil..
Meluncur lah kita ke Pecenongan dan makan lagi.. bersama “tangan-tangan kanan”nya Wewe.. si Sugi (plus ceweknya), Hendra, dan Sanles (plus istrinya). Malam-malam.. menunya sate babi dan bakut.
Malam itu saya menginap di rumah Wewe karena besoknya mau jalan pagi-pagi ke Bandung.
Minggu, 12 Okt:
Start dari rumah Wewe menuju Bandung jam 6.30 pagi. Singkat cerita, kegiatan di Bandung adalah seputar belanja, makan, dan belanja, dan makan.
Rute singkat: Breakfast di tol KM 19 sekalian janjian bertemu Sanles dan istrinya supaya bisa “convoy” ke Bandung; Rumah cc-nya Wewe.. jemput Yuni (istri Wewe) dan Ken (anaknya); Duta Rasa (toko roti cc-nya Wewe); Heritage FO.. belanja dan ngemil di depannya; Prima Rasa.. beli kue lah; Bumbu Desa.. lunch; Rumah Mode FO.. belanja dan cuci mata lah; Lembang.. ngemil lagi; Sapu Lidi Sawah.. liat-liat villa; Cafe Sumur.. nimum susu murni; Balik ke kota tapi muacet buanget.. so sampai kota.. langsung makan lagi, hihi.. dinner di pinggir jalan.. lupa apa nama jalannya.. nama tempat makannya Cemar; Mampir ke Duta Rasa lagi; Pulang ke Jakarta.. home sweet home.
Senin, 13 Okt:
Lunch di rumah; Naik bis ke Muara Karang urus penutupan abonement handphone; Naik bis lagi ke ITC Mangga Dua, beli kaos-kaos murah di sana.
; Naik bis lagi pulang disambung naik ojek motor dari Daan Mogot; Berhenti di tukang pecel lele deket rumah untuk dinner sebelum lanjut jalan kaki ke rumah.
Selasa, 14 Okt:
Lunch di rumah; Naik ojek motor PP ke rumah Diman (teman kuliah) di Citra Garden untuk mengambil titipan pempek dan jam tangan; Dijemput Elin dan diantar ke bandara… dan terbang kembali ke Singapore.
Bagaimana? Cukup singkat dan padat?
Jujur… liburan ini.. hambar. Seperti yang saya katakan di paragraf awal, berwisata “sendirian” bukanlah suatu kenikmatan untuk saya. Memang saya tidak selalu sendiri selama liburan ini. Tetapi untuk benar-benar merasakan suatu liburan ke suatu tempat, hati kecil saya mungkin berharap untuk setiap saat setiap waktu, ada teman-teman di sekitar. Saat saya masih bekerja di Jakarta, mungkin liburan adalah saat yang paling menyenangkan untuk diam di rumah dan istirahat. Tetapi saat ini, Jakarta bukan lagi “rumah”.. bukan lagi tempat “istirahat”, tetapi tempat wisata.. tempat untuk dihabiskan bersama teman. Dan tidak adanya kendaraan pribadi, membuat saya sulit juga untuk mengunjungi mereka kapan pun saya mau.
Sebenarnya, saya mempunyai rencana awal untuk meminjam atau bahkan menyewa mobil selama saya di Jakarta kemarin. Tetapi setelah saya pikir kembali.. lebih baik tidak. Karena teman-teman saya tidak dalam kondisi “liburan”. Biar bagaimanapun, tidak mungkin saya habiskan waktu saya penuh dengan mereka. Hm.. selamat tinggal Jakarta.. Saya sempat berkata bahwa mungkin baru dua tahun lagi saya akan kembali ke Jakarta.. yah.. mungkin.. Bisa lebih lama, bisa juga lebih cepat. Mungkin saya akan menunggu sampai ada teman saya dari sini yang tertarik untuk mengunjungi Jakarta dan berwisata bersama saya ke sana.. Mungkin…
